Tantangan Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) Dalam Menjawab Sinergi Kolaborasi Dengan Badan Informasi Geospasial (BIG)

isi_dan_big1

Cibinong, 20 January 2015. Pada kegiatan audiensi pengurus Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) tahun kepengurusan 2014-2017 dengan pihak pejabat pimpinan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dilaksanakan pada tanggal 20 January 2015, terbentuk kesepakatan sinergi kolaborasi kedua belah pihak untuk dapat mendukung percepatan pembangunan nasional Republik Indonesia dengan cara mempersiapkan sumber daya manusia yang professional dan tangguh di bidang profesi informasi geospasial dan industry informasi geospasial yang kondusif dengan tatanan standar dan system yang diakui dan dihormati secara global.

isi_dan_big2Kegiatan ini diawali dengan pemaparan harapan BIG, yang disampaikan oleh Kepala BIG, Dr. Priyadi Kardono M.Sc, kepada organisasi ISI untuk dapat bersinergi kolaborasi membantu tugas dan peran BIG sebagai instansi yang bertanggung jawab atas seluruh hal yang berhubungan dengan informasi geospasial, beberapa diantaranya adalah hal terkait membantu program pemerintah dalam percepatan pembangungan desa dan mempersiapkan bangsa Indonesia dalam menghadapi penerapan pasar bebas (Asean Free Trade) tahun 2015, khususnya terkait industri informasi geospasial. Hal tersebut dijawab oleh Ketua ISI, Ir. Virgo Eresta Jaya, M.Sc.Eng dengan pemaparan visi, misi, dan program ISI kepengurusan baru yang memang sejalan dengan harapan yang disampaikan.

Beberapa program ISI yang diharapakan dapat membentuk sinergi kolaborasi dengan BIG diantaranya adalah :

  1. Penentuan Billing Rate surveyor yang dapat dijadikan sebagai acuan penentuan upah minimum seorang surveyor di industry informasi geospasial, dan menjadi jenjang keahlian, pengalaman, dan bidang keahlian menjadi variable penentu.
  2. Berperan aktif dalam percepatan pembentukkan dan pengesahan LPJIG sebagai lembaga penanggung jawab pengembang jasa industri informasi geospasial, dimana lembaga ini berfungsi sebagai berikut:
  • Akreditasi terhadap Lembaga Sertifikasi Kompetensi, Lembaga Sertifikasi Penyedia Jasa, dan Lembaga Pelatihan/Kursus;
  • Pemberian status kesetaraan sertifikat keahlian tenaga kerja asing dan registrasi penyedia jasa asing;
  • Pelaksanaan pengawasan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan sistem sertifikasi;
  • Pelaksanaan penyelesaian sengketa pilihan di bidang IG di luar pengadilan;
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyelenggara sistem sertifikasi di bidang IG; dan lain sebagainya.
  1. Berperan aktif dalam mengembangkan kualitas industry informasi geospasial dengan memberikan peran konsultasi supervise proses dan produk akhir informasi geospasial dengan menggunakan sumber daya manusia yang professional dan kompeten
  2. Berperan aktif dan mendukung percepatan pembentukan peta desa melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten sehingga pembangunan peta desa dapat terealisasi dengan mudah dengan memanfatkan perkembangan teknologi survei pemetaan dan strategi pemetaan partisipatif, hal ini dilakukan sebagai langkah nyata ISI membantu program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional melalui percepatan pembangunan desa.
  3. Berperan aktif dan ikut serta dalam kegiatan symposium international di bidang informasi geospasial sebagai perwakilan asosiasi dan industri dari Negara Indonesia.

isi_dan_big3Hasil dari kegiatan audiensi ini disepakati dibentukannya sinergi kolaborasi aktif antara kedua belah pihak. Sebagai langkah pertama direncakanakan, dilaksanakan forum pembahasan penentuan billing rate sebagai acuan standar upah minimum surveyor di industri informasi geospasial dan pembahasan skema standar dan system standar sertifikasi keahlian profesi sebagai tanggung jawab Badan Sertifikasi Ahli (BSA) ISI.

Semoga sinergi kolaborasi ISI dan BIG dapat memberikan kontribusi posisif bagi perkembangan industri informasi geospasial di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Copyright © 2019 Ikatan Surveyor Indonesia

Log in Anggota ISI

atau    

Lupa Password?